Tahapan Makan Batita Anda

Oleh : dr. Ronny Ade Ricky Silaen

Agar anak makan dan tumbuh dengan baik, orangtua harus peka dalam merespon pesan yang disampaikan anak mengenai makanan dan kebiasaan makan. Anak kecil tahu saat mereka lapar dan saat mereka sudah kenyang. Sekitar usia 6 bulan, anak sudah siap dengan makanan pendamping lain selain ASI. Tabel di bawah ini menunjukkan waktu si kecil siap berpindah ke tahap pemberian makan berikutnya. (lebih…)

Iklan

Menu Sehat Makanan Bayi

Bayi adalah makhluk yg masih lemah, apa-apa pasti harus kita sebagai orang tua yang melakukannya. Seperti: makan, minum, ganti popok, dsb….

Nah, bagi ibu muda tentu akan bingung dengan masalah yang satu ini, yaitu makanan bayi.

Kali ini saya memberikan sebuah ebook gratis tentang menu sehat makanan bayi. (lebih…)

Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak yang Memakai Popok Diapers dan sejenisnya?

Seringkali seorang ibu harus membawa anaknya yang masih bayi untuk ikut bersamanya ketika sholat..dan seringkali seorang ibu harus menggendong anaknya tersebut karena menangis atau berjalan-jalan kesana kemari..

Menggendong anak ketika sholat memang pernah dicontohkan oleh Nabi shollallohu alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Abu Qotadah : bahwasanya nabi shollallohu alaihi wasallam pernah menggendong Umamah bintu Zainab (cucunya) ketika sholat. Bila beliau sujud, beliau  meletakkannya. (lebih…)

Mengapa Bayi Anda Menangis?

Dr. suririnah

BungakuMengapa bayi selalu menangis? Bayi menangis sebab ini satu-satunya cara mereka berkomunikasi dengan orang tuanya. Sebagai orang tua baru anda akan merasa bahwa semua tangisan terdengar sama dan bertanya apa sebenarnya yang diingikan bayi anda. Tapi dengan berjalannya waktu anda akan belajar pelahan-lahan memahami arti dari setiap tangisan bayi anda, sehingga anda tidak menjadi panic atau putus asa karena tangisannya lagi.

Yakinlah bersamaan dengan waktu anda akan belajar bahwa tangisan bayi mempunyai suara yang berbeda, memang tidak mudah memahaminya, dan memerlukan waktu untuk mengerti arti tangisan bayi anda, serta dibutuhkan kesabaran dari ayah-ibu, tapi disinilah kebahagian menjadi orang tua anda belajar mengerti bayi anda, jangan lupa sikecilpun sedang belajar mengerti anda. (lebih…)

Putriku

[1]. Yang mana kelahirannya sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan oleh keluarga suamiku, karena mereka tidak memiliki anak perempuan. Jadi waktu mereka tahu anak kami lahir perempuan, langsung saja bapak suamiku bilang “kasih aja namanya ‘Aisyah!”. Jadilah akhirnya nama itu pilihan kami, setelah sekian hari ragu akan siapa namanya. Soalnya aku sejak hamil ingin namanya “SALWA”, tapi ‘Aisyah juga ku suka, makanya aku putuskan pada suami kalau namanya ‘Aisyah saja sesuai permintaan orang tua.Pada hari Senin, 23 Juni 2008 yang lalu, aku melahirkan anak keduaku yang kami beri nama ‘AISYAH Muhammad Taufiq

(lebih…)

Anakku

Abdurrahman[1].Hari itu adalah hari yang sangat bersejarah dalam hidupku. Hari yang tidak bisa ku lupakan sedikitpun. Hari yang penuh dengan suka cita atas karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ya…hari itu aku melahirkan seorang hamba Allah yang diamanahkan kepadaku dan suami. Seorang anak laki-laki yang kami beri nama ‘ABDURRAHMAN Muhammad Taufiq

(lebih…)

Haid Wanita Hamil

Pada umumnya, seorang wanita jika dalam keadaan hamil akan berhenti haid (menstruasi). Kata Imam Ahmad, rahimahullah, ” Kaum wanita dapat mengetahui adanya kehamilan dengan berhentinya haid”.

Apabila wanita hamil mengeluarkan darah sesaat sebelum kelahiran (dua atau tiga hari) dengan disertai rasa sakit, maka darah tersebut adalah darah nifas. Tetapi jika terjadi jauh hari sebelum kelahiran atau mendekati kelahiran tanpa disertai rasa sakit, maka darah itu bukan darah nifas. Jika bukan, apakah itu termasuk darah haid yang berlaku pula baginya hukum-hukum haid atau disebut darah kotor yang hukumnya tidak seperti hukum-hukum haid? Ada perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah ini.

Dan pendapat yang benar, bahwa darah tadi adalah darah haid apabila terjadi pada wanita menurut kebiasaan waktu haidnya. Sebab, pada prinsipnya, darah yang terjadi pada wanita adalah darah haid selama tidak ada sebab yang menolaknya sebagai darah haid. Dan tidak ada keterangan dalam Al Qur’an maupun Sunnah yang menolak kemungkinan tejadinya haid pada wanita hamil.

Inilah madzhab Imam Malik dan Asy-Syafi’i, juga menjadi pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Disebutkan dalam kitab Al Ikhtiyarat (hal. 30): “Dan dinyatakan oleh Al-Baihaqi menurut salah satu riwayat sebagai pendapat dari Imam Ahmad, bahkan dinyatakan bahwa Imam Ahmad telah kembali kepada pendapat ini”.

Dengan demikian, berlakulah pada haid wanita hamil apa yang juga berlaku pada haid wanita tidak hamil, kecuali dalam dua masalah:

Talak

Diharamkan mentalak wanita tidak hamil dalam keadaan haid, tetapi tidak diharamkan terhadap wanita hamil. Sebab, talak dalam keadaan haid terhadap wanita tidak hamil menyalahi firman Allah Ta ‘ala:

“… apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar)…” (Ath-Thalaaq: 1)

Adapun mentalak wanita hamil dalam keadaan haid tidak menyalahi firman Allah. Sebab, siapa yang mentalak wanita hamil berarti ia mentalaknya pada saat dapat menghadapi masa iddahnya, baik dalam keadaan haid ataupun suci, karena masa iddahnya dengan kehamilan. Untuk itu, tidak diharamkan mentalak wanita hamil sekalipun setelah melakukan jima’ (senggama), dan berbeda hukumnya dengan wanita tidak hamil.

Iddah

Bagi wanita hamil iddahnya berakhir dengan melahirkan, meski pernah haid ketika hamil ataupun tidak.