Tahapan Makan Batita Anda

Oleh : dr. Ronny Ade Ricky Silaen

Agar anak makan dan tumbuh dengan baik, orangtua harus peka dalam merespon pesan yang disampaikan anak mengenai makanan dan kebiasaan makan. Anak kecil tahu saat mereka lapar dan saat mereka sudah kenyang. Sekitar usia 6 bulan, anak sudah siap dengan makanan pendamping lain selain ASI. Tabel di bawah ini menunjukkan waktu si kecil siap berpindah ke tahap pemberian makan berikutnya.

Anak akan lebih mudah menyerap proses belajar jika sedang dalam keadaan segar dan bersemangat. Tahapan-tahapan makan batita diantaranya adalah :

Umur Si Kecil Umumnya Si Kecil Siap Untuk
Sekitar 6 bulan
  • Mengamati sendok
  • Mengangkat kepala
  • Duduk tanpa banyak dibantu
  • Memindah-mindahkan makanan pada dalam mulutnya
  • Membuka mulut jika disodorkan sendok
  • Menutup mulut setelah sendok ada di dalam mulut Memalingkan kepala jika tidak mau makan
  • Makanan padat yang bertekstur lembab, seperti sereal nasi bayi, dicampur ASI, susu formula, atau air, sayuran atau buah yang ditumbuk halus (bayam, umbi-umbian, buncis hijau, brokoli, lobak, wortel, kembangkol)
6 – 9 bulan
  • Mengunyah
  • Mengunyah makanan dengan rahang
  • Menaruh makanan ke dalam mulut
  • Mengatupkan bibir saat minum dari cangkir orang dewasa
  • Mengambil makanan dengan jari atau telapak tangan
  • Menggigit makanan
  • Memindahkan makanan ke samping mulut
  • Makanan yang lebih keras, kental, misalnya pisang, alpokat, atau labu yang dihaluskan; daging dan ikan yang dicacah halus, buncis, tahu
  • Potongan makanan halus seperti sayuran dan buah lembut dimasak tanpa kulit, roti bakar, cracker, nasi matang, pasta matang, sereal “cincin” gandum
  • Minum dari cangkir bermoncong dengan dua pegangan
9 – 12 bulan
  • Menggunakan ibu jari dan jari untuk mengambil potongan kecil makanan
  • Memutar dan melengkungkan tangan saat memegang sendok
  • Ingin duduk di meja keluarga dan makan sendiri
  • Menjatuhkan barang dari kursi tinggi
  • Mengunyah dengan bagian atas dan bawah mulut
  • Makanan keluarga yang empuk, dipotong-potong kecil atau segiempat
  • Makanan sendiri menggunakan tangan atau sendok (meskipun tercecer)
  • Memegang cangkir bermoncong dengan dua tangan
  • Dapat diberikan produk susu (keju lembut, yoghurt, susu, keju pasteurisasi, irisan keju)
1 – 2 tahun
  • Menggunakan garpu dan sendok
  • Tidak menyukai makanan yang biasa dimakannya
  • Mudah teralih perhatiannya
  • Dapat melemparkan makanan untuk melihat reaksi anda
  • Menaruh makanan di dalam mulut dan mengeluarkannya lagi
  • Nafsu makan berkurang setelah 18 bulan pertumbuhan
  • Makan sendiri memakai sendok atau garpu (meskipun tercecer)
  • Menyukai sebagian besar makanan keluarga (hati-hati bahaya tersedak)
2 – 3 tahun
  • Memegang gelas dengan tangan
  • Rewel dengan makanan, ingin makanan yang sama
  • Membuang-buang makanan
  • Terkadang makan banyak, terkadang sedikit
  • Senang membantu di dapaur
  • Sering menumpahkan air
  • Ingin berusaha sendiri
  • Ingin makanan dalam bentuk tertentu, makanan mentah
  • Lebih menyukai rasa sayuran mentah dibandingkan sayuran masak
  • Bisa makan sendiri jika makanan dipotong-potong
  • Menyukai sebagian besar makanan keluarga (tetap waspadai bahaya tersedak)
  • Dapat diberikan minuman kaya rasa seperti susu kedele atau susu kacang