Rumahku Sorgaku

Apakah yang terbayang di benak kita ketika membaca atau mendengar kalimat itu???
Sebuah rumah dengan fasilitas dan perabotan mewah, atau rumah dengan kolam renang dan taman luas???
Tentu saja tidak!!!

Rumah surgawi adalah rumah yang menyejukkan, menentramkan, melejitkan kecerdasan dan membangkitkan jiwa, Di rumah surgawi anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keyakinan tinggi kepada kasih sayang dan rahmat Allah Ta’ala, memiliki rasa harga diri dan kepercayaan diri yang kuat untuk terus bertumbuh , berkembang, dan berkontribusi.
Akan tetapi jika di rumah Anda terjadi:
1. KEKERASAN FISIK
2. KEKASARAN VERBAL: bentakan, ancaman sadis, kata-kata tajam, kritikan pedas, umpatan, omelan, cemoohan, hinaan yang menyakitkan, dsb .
3. Bentuk-bentuk komunikasi negatif lainnya.
MAKA Inilah NERAKA DI RUMAH ANDA.
HATI-HATI!!!
1. Selain merusak keharmonisan, komunikasi negatif dapat menimbulkan timbunan ‘file’ berbahaya di pikiran bawah sadar.
2. Komunikasi negatif sangat buruk untuk pendidikan anak.
Contoh: ketika orang tua marah kemudian mengumpat anak-anaknya dengan kata-kata negatif (misal: Bodoh, Tolol, semua isi kebun binatang dikeluarkan) maka anak tersebut akan turun harga dirinya dan menjadi anak yang TIDAK PERCAYA DIRI.

Oleh sebab itu, marilah kita kembangkan KOMUNIKASI POSITIF agar tercipta surga di rumah anda dengan cara:
1. Adanya kontak visual
2. Tatapan mata lembut atau hangat.
3. Nada suara rendah
4. Senyum
5. Jarak dekat maksimal 2 meter
6. Mulai dengan kalimat dan sikap pengakraban ( jangan to the point)
7. Congruence (cocok)
8. Apresiatif: memberikan apresiasi positif pada anggota keluarga.
Contoh: setelah suami pulang kerja, sesampainya di rumah kemudian ia menghampiri istri kemudian mengatakan “Capek ya ngurus rumah?” itu merupakan salah satu bentuk perhatian suami terhadap istri
9. Mendengarkan aktif.
Contoh: sepulang sekolah, anak anda menceritakan peristiwa yang menimpanya di sekolah, maka dengarkanlah dengan seksama sampai ia selesai bercerita sebagai salah satu bentuk perhatian anda. Jangan potong pembicaraannya. Setelah ia selesai bercerita barulah anda Nasihati diadengan bijaksana jika perlu.

SEBAGIAN BESAR KELUARGA TIDAK BAHAGIA PENYEBABNYA ADALAH KOMUNIKASI YANG BURUK.

Simaklah sebuah percakapan antara ayah dan anak berikut ini.
ANAK : yah, ayah sedang sibuk ya?
Ayah : iya ayah sibuk sekali, ada apa? (dengan nada ketus)
ANAK : Gaji ayah sebulan berapa sih?
Ayah : 3 juta!!!
ANAK : Lalu kalau sehari berapa?
Ayah : Ya tinggal dibagi aja, masa’ kaya’ gitu aja ga bisa?
ANAK : Ooo berarti seratus ribu ya
Berarti kalau setengah hari lima puluh ribu ya yah?
Ayah : Iya bener, sudah sana pergi, ayah sedang kerja. Ganggu aja!!!
ANAK : yah, minta uang lima ribu.
Ayah : lho kok??? Buat apa?
ANAK : aku kan punya uang 45 ribu kalau ditambah 5 ribu kan jadi lima puluh ribu. Aku mau beli waktu ayah setengah hari. Aku ingin pergi mancing bareng ayah.
>>> betapa menyedihkannya jika hal itu sampai menimpa diri kita, sesibuk apa pun, orang tua harus memiliki perhatian pada anak, tahu apa yang paling anak butuhkan.

Itulah sedikit oleh-oleh dari seminar RUMAHKU SURGAKU oleh RUA Zainal Fanani, MM. Pr. NLP di Solo Baru pada hari sabtu, 1 Mei 2010.

Sumber: catatan di fb ukhti Nisa.