Mei 2010


Rumahku Sorgaku

Apakah yang terbayang di benak kita ketika membaca atau mendengar kalimat itu???
Sebuah rumah dengan fasilitas dan perabotan mewah, atau rumah dengan kolam renang dan taman luas???
Tentu saja tidak!!!

Rumah surgawi adalah rumah yang menyejukkan, menentramkan, melejitkan kecerdasan dan membangkitkan jiwa, Di rumah surgawi anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keyakinan tinggi kepada kasih sayang dan rahmat Allah Ta’ala, memiliki rasa harga diri dan kepercayaan diri yang kuat untuk terus bertumbuh , berkembang, dan berkontribusi.
Akan tetapi jika di rumah Anda terjadi:
1. KEKERASAN FISIK
2. KEKASARAN VERBAL: bentakan, ancaman sadis, kata-kata tajam, kritikan pedas, umpatan, omelan, cemoohan, hinaan yang menyakitkan, dsb .
3. Bentuk-bentuk komunikasi negatif lainnya.
MAKA Inilah NERAKA DI RUMAH ANDA.
HATI-HATI!!!
1. Selain merusak keharmonisan, komunikasi negatif dapat menimbulkan timbunan ‘file’ berbahaya di pikiran bawah sadar.
2. Komunikasi negatif sangat buruk untuk pendidikan anak.
Contoh: ketika orang tua marah kemudian mengumpat anak-anaknya dengan kata-kata negatif (misal: Bodoh, Tolol, semua isi kebun binatang dikeluarkan) maka anak tersebut akan turun harga dirinya dan menjadi anak yang TIDAK PERCAYA DIRI. (lebih…)

Kitab Thaharah

Bab Wudhu, Mandi dan Tayamum[1]

Oleh: Ummu Abdirrahman Nurul husna Zulfahmil[2]

بسم الله لرحمن لرحيم

Wudhu

Pengertian dan dalil disyariatkannya

Wudhu secara bahasa: dari asal kata “al wadaa’ah”, yaitu kebersihan dan kesegaran.

Secara istilah: Memakai air untuk anggota tertentu (wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki) menghilangkan apa yang menghalangi untuk sholat dan selainnya.

Dalil dari Qur’an dan Sunnah:

  1. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”

  1. Shahih Bukhari : 135 dan Shahih Muslim : 225

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadas sehingga dia berwudhu”. (lebih…)