November 2009


Yang Dianggap Mahrom Padahal Bukan Dan Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan

Ahmad Sabiq bin Abdul Latif

Pada kesempatan lalu telah dikupas masalah mahrom bagi wanita. Nah pada kesempatan kali ini, kita simak pembahasan tentang beberapa kekeliruan sebagian kalangan dalam memahami mahrom. Dilanjutkan tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan mahrom. Semoga bermanfaat.

DIANGAP MAHROM PADAHAL BUKAN

Disebabkan keogahan dalam mendalami ilmu agama Islam, maka banyak kita jumpai adanya beberapa anggapan keliru dalam mahrom. Otomatis berakibat fatal, orang-orang yang sebenarnya bukan mahrom dianggap sebagai mahromnya. Sangat ironis memang, tapi demikianlah kenyataannya. Oleh karena itu dibutuhkan pembenahan secepatnya. (lebih…)

Iklan

Definisi Mahrom Dan Macam-Macamnya

Ahmad Sabiq bin Abdul Latif

Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang berkaitan erat dengan masalah mahrom, seperti hukum safar, kholwat (berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain. Ironisnya, masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak memahaminya, bahkan mengucapkan istilahnya saja masih salah, misalkan mereka menyebut dengan “Muhrim” padahal muhrim itu artinya adalah orang yang sedang berihrom untuk haji atau umroh. Dari sinilah, maka kami mengangkat masalah ini agar menjadi bashiroh (pelita) bagi umat. Wallahu Al Muwaffiq.

DEFINISI MAHROM

Berkata Imam Ibnu Qudamah rahimahullah, “Mahrom adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena seba nasab, persusuan dan pernikahan.” [Al-Mughni 6/555]

Berkata Imam Ibnu Atsir rahimahullah, ” Mahrom adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya seperti bapak, anak, saudara, paman, dan lain-lain”. [An-Nihayah 1/373]

Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan, ” Mahrom wanita adalah suaminya dan semua orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab seperti bapak, anak, dan saudaranya, atau dari sebab-sebab mubah yang lain seperti saudara sepersusuannya, ayah atau pun anak tirinya”. [Tanbihat ‘ala Ahkam Takhtashu bil mu’minat hal ; 67] (lebih…)

Bolehkah Wanita Pergi Dengan Pesawat Bila Keadaan Aman Baginya

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah wanita pergi dengan pesawat udara tanpa mahram yang menemaninya dalam kondisi yang aman baginya ?

Jawaban

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

“Artinya : Wanita tidak boleh bepergian kecuali didamping oleh mahramnya” (lebih…)

Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak yang Memakai Popok Diapers dan sejenisnya?

Seringkali seorang ibu harus membawa anaknya yang masih bayi untuk ikut bersamanya ketika sholat..dan seringkali seorang ibu harus menggendong anaknya tersebut karena menangis atau berjalan-jalan kesana kemari..

Menggendong anak ketika sholat memang pernah dicontohkan oleh Nabi shollallohu alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Abu Qotadah : bahwasanya nabi shollallohu alaihi wasallam pernah menggendong Umamah bintu Zainab (cucunya) ketika sholat. Bila beliau sujud, beliau  meletakkannya. (lebih…)

Penggunaan Alat Pencegah Atau Perangsang Haid, Pencegah Kehamilan Dan Penggugur Kandungan

Pencegah Haid

Diperbolehkan bagi wanita menggunakan alat pencegah haid, tapi dengan dua syarat:
  • Tidak dikhawatirkan membahayakan dirinya.
Bila dikhawatirkan membahayakan dirinya karena menggunakan alat tersebut, maka hukumnya tidak boleh. Berdasarkan  firman Allah Ta ‘ala:
“Artinya : … Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan,…”  [Al-Baqarah : 195]
“Artinya : … Dan janganlah kamu membunuh dirimu sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu.” [An Nisa’: 29]
  • Dengan seizin suami, apabila penggunaan alat tersebut mempunyai kaitan denganya.
(lebih…)

Hidayah Mendatangkan Hidayah, Kesesatan Mendatangkan Kesesatan

Terulang-ulang dalam Al-Qur’an dijadikannya amalan yang ada pada qalbu dan anggota badan sebagai sebab hidayah atau sebab kesesatan. Sehingga pada qalbu dan anggota badan ini terdapat amalan-amalan yang membuahkan datangnya petunjuk, layaknya hubungan sebab dan musababnya. Demikian pula kesesatan.

Amal kebaikan membuahkan hidayah. Seiring bertambahnya amal kebaikan maka hidayah pun akan meningkat. Sementara amal kejahatan sebaliknya. Hal itu karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai amal kebaikan sehingga memberikan balasan atasnya dengan hidayah dan keberuntungan, serta membenci amal kejahatan dan membalasinya dengan kesesatan dan kesengsaraan. (lebih…)

Nasi MinyakSuatu hari saya main ke rumah tetangga, namanya Ummu Ala’. Rupanya dia lagi masak nasi minyak dan ikan bakar. Saya makan bersama 4 anak gadisnya. Rasanya nikmat sekali, apalagi waktu itu saya lagi males makan karena baru hamil 🙂

Ini merupakan satu diantara sekian banyak masakan Mesir lainnya. Tapi ini dulu ya, yang gampang gitu…

Kalau saya pikir sich kayak nasi goreng kita deh 🙂

Nah, akhawat tercinta mau tau cara bikinnya???

Gampang banget lagi, apalagi kita biasa makan nasi.

Yuk kita coba!!!

(lebih…)

Laman Berikutnya »