Assalaamu’alaikum…

Apa kabar ikhwatifillah? Sudah lama ya kita ga bertemu? Semoga kita masih tetap istiqomah di jalan kebenaran ini yaitu Manhaj ahlussunnah wal jama’ah. Dan semoga ikhwah semua selalu di lindungi Allah ta’ala, dimudahkan urusan dan di beri kesehatan. Amin.

Karena sudah lama ga ketemu, pada pertemuan perdana ini saya akan mulai dengan sebuah kisah nyata yang dimuat secara bersambung. Semoga ada manfaatnya. Amin…

Silahkan dibaca dan jangan lupa saran-sarannya, maklum baru belajar nulis…🙂

Kisah Cinta Terindah

KISAH CINTA SALWA

Perkenalan

Hidup ini penuh liku-liku, kadang belok kanan, belok kiri, tanjakan dan turunan. Semua harus dilalui, baik dengan berlari, berjalan, tertatih atau merangkak. Dan rumah tangga bagaikan kapal yang harus siap menerjang badai dan ombak kehidupan. Dan itulah yang ku alami saat ini, kehidupan berumah tangga.

Kisah cintaku berawal dari perkenalanku dengan seorang akhwat yang bernama HASNA. Waktu itu 3 hari sebelum Ramadhan 1426 H / 2005, kami sama-sama mengikuti kajian di sebuah Masjid di kota Payakumbuh, yaitu Masjid Ansharullah.

Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Thohir itu membahas tentang sifat puasa Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, sunnah dan bid’ah dalam menyambut Ramadhan yang banyak terjadi dan berkembang atau sudah menjadi tradisi di masyarakat dan hukum-hukum sekitar puasa yang sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Pada waktu istirahat sebelum shalat dzuhur, aku manfaatkan untuk berkenalan dengannya. Aku tertarik karena pakaiannya yang serba hitam, lebar, lapang dan syar’i. Aku langsung menduga kalau dia memakai niqob (cadar). Suatu hal yang ku impikan dari beberapa bulan terakhir sejak tahu akan hukumnya, yaitu pakai niqob.

“Assalaamu’alaikum, saya Salwa, ukhti siapa?”. Sapaku memulai perkenalan.

“Saya Hasna, dari Padang panjang”.

“Masya Allah, jauhnya, sama siapa kesini ukhti?”.

“Sama suami”.

“O…ukhti sudah menikah rupanya, barokallohu fiik, semoga jadi keluarga yang sakinah”, kataku menutup perkenalan karena adzan dzuhur telah berkumandang.

Perkenalan yang singkat itu telah merubah jalan hidupku yang tak pernah terpikir sebelumnya, ya, aku menikah.

Suatu hari, awal Ramadhan, aku SMS teman baruku, Hasna. Dan ku sampaikanlah akan masalahku yang sudah satu tahun membebani bathinku. Mungkin bagi orang lain ini masalah sepele, tapi bagiku merupakan masalah besar, yaitu kuliah PGTK dan mengajar TK.

Awalnya aku sangat senang dan menikmati aktifitasku sebagai guru TK, bergaul bersama anak-anak yang masih polos membuatku selalu ceria. Namun setelah satu tahun mengajar dan kuliah, datanglah hidayah Allah menghampiri relung hatiku. Aku mulai perhatian dengan majlis ilmu syar’i (islam), mulai merubah penampilanku dengan lebih menutup aurat, yaitu berpakaian yang diperintahkan Allah, longgar, tidak transparant plus kerudung lebar menutup dada.

Bersambung…