AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH (bagian 3)

Sifat : Ar-Ridha, Al-Ghadhab. As-Sukht, Al-La’n, Al-Karahiyah, Al-Wajhu, Al-Yadain, Al-Ainain

[17]. Sifat Ar-Ridha [18]. Al-Ghadhab (Marah) [19]. As-Sukht (Murka)

[20]. Al-La’an (Melaknat) [2l]. Al-Karahiyah (Benci) [22]. Al-Asaf (Marah) [23]. Al-Maqt (Murka)

٨. رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ

“Artinya : Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.” [Al-Bayyinah : 8]

٩٣. وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ

“Artinya : Dan siapa membunuh seorang mukmin secara sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, ia kekal di dalamnya, sedangkan Allah marah dan melaknatnya.” [An-Nisa’ : 93]

٢٨. ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ

“Artinya : Itu dikarenakan mereka mengikuti apa yang menjadikan Allah murka dan mereka membenci keridhaan-Nya.” [Muhammad : 28]

٥٥. فَلَمَّا آسَفُونَا انتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ

“Artinya : Maka ketika mereka telah menyebabkan Kami marah, maka Kami menghukum mereka.” [Az-Zukhruf : 55]

٣. كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Artinya : Amat besarlah kemurkaan di sisi Allah, jika kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” [Ash-Shaf : 3]

٤٦. وَلَـكِن كَرِهَ اللّهُ انبِعَاثَهُمْ

“Artinya : Tetapi Allah membenci keberangkatan mereka.” [At-Taubah : 46]

Dalam ayat-ayat ini, Allah menetapkan bagi diri-Nya sifat Al-Ghadhab, marah, As-Sukht, murka, Ar- Ridha, Al-La’an (melaknat), Al-Karahiyah (benci), Al- Asaf (marah), serta Al-Maqt (murka). Ini semua merupakan sifat-sifat Af’al (perbuatan) yang dilakukan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, bila Dia menghendaki. Selain menetapkan sifat-sifat Dzatiyah bagi Allah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah juga menetapkan sifat-sifat Fi’liyah-Nya yang bersifat ikhtiyari (pilihan), dengan makna yang layak dengan keagungan-Nya.

[24]. Al-Maji’ (Tiba) [25]. Al-Ityan (Datang)

٢١٠. هَلْ يَنظُرُونَ إِلاَّ أَن يَأْتِيَهُمُ اللّهُ فِي ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَالْمَلآئِكَةُ وَقُضِيَ الأَمْرُ

“Artinya : Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan kedatangan Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya.” [Al-Baqarah : 210]

٢١. كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكّاً دَكّاً. ٢٢. وَجَاء رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً

“Artinya : Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut. Dan tibalah Rabbmu sedangkan malaikat berbaris-baris.” [Al-Fajr : 21-22]

Ayat-ayat yang disebutkan oleh penulis ini, juga ayat-ayat yang lain, memuat penetapan sifat Al-Maji’ (tiba’) dan Al-ltyan (datang), demikian pula sifat An-Nuzul (turun), sesuai dengan makna yang layak dengan keagungan Allah Ta’ala. Perbuatan-perbuatan ikhtiari ini dilakukan berkaitan dengan Al-Masyi’ah (kehendak) dan Al-Qudrah (kemampuan) Allah.

[26]. Sifat Al-Wajhu (Wajah), [27]. Al-Yadain (Dua Tangan), [28]. Al-‘Ainain (Dua Mata)

٢٧. وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Artinya : Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” [Ar-Rahman : 27]

٤٨. وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا

“Artinya : Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Mata Kami” [Ath-Thur : 48]

٧٥. مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ

“Artinya : Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada (Adam) yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.” [Shad : 75]

Dalam ayat-ayat ini terkandung penetapan wajah, dua tangan, dan dua mata bagi Allah Ta’ala, dengan sifat yang sesuai dengan kebesaran-Nya. Adapun hadits yang menunjukkan sifat dua mata ini, adalah sabda Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam :

Artinya : Sesungguhnya Rabbmu tidak buta sebelah matanya.” [1]

Foote Note.
[1]. Fathul Bari‌ XII/91 dan Muslim IV/2248