Assalaamu’alaikum…

Teman-teman, kemaren Abi menemukan sebuah program yang katanya untuk membuat cerita. Kemudian Ummi mulai menjawab pertanyaan yang ada untuk membuat sebuah cerita. Pertanyaannya sesuai dengan data pribadi kita. Setelah semua pertanyaan di jawab Ummi, mari kita lihat hasilnya sama-sama yuk…

Selamat membaca dan tertawa… 

Gajah Abdurrahman

oleh: Abdurrahman Muhammad taufiq

Jaman dahulu kala hiduplah seorang anak bernama Abdurrahman. Abdurrahman kecil yang sekarang sudah berusia 2 tahun saat itu tinggal di Tafahna al-Asyrof, Mesir.

Suatu hari, dalam perjalanan pulang dari sekolah, seekor Gajah Pink yang melompat dari belakang pohon Pinus telah membuat pria cilik itu sangat terkejut dan membuatnya jatuh terguling ke tanah. Namun di saat dia nyaris berteriak minta tolong, Abdurrahman tiba-tiba sadar bahwa Gajah Pink itu cuma ingin mencium wajahnya saja, dan bukan untuk menggigitnya.

Saat itulah, Abdurrahman memutuskan untuk menjadikan Gajah Pink itu sebagai binatang peliharaannya. Dalam perjalanan pulang dia juga memberi nama komputer untuk Gajahnya.

Ketika Abdurrahman dan peliharaan barunya sampai di rumah, coba tebak, siapa yang berdiri di beranda rumah? Yup, itu mandeh, ibunya Abdurrahman. Ia kaget melihat seekor Gajah Pink mengikuti Abdurrahman sampai ke halaman rumah!

”Astaghfirullah… apa itu?” Mandeh setengah berteriak.

”Masa mandeh nggak tau, ini kan Gajah Pink,” jawab Abdurrahman.

”Iyaaa…tau, Abdurrahman, tapi maksud mandeh kenapa diajak ikut ke sini?” kata mandeh lagi.

”Ini kan binatang peliharaanku yang baru!” jawab Abdurrahman.

”Hmmm..” gumam mandeh. ”Jangan terlalu berharap. Kamu kan tahu kalau Apak nggak suka Gajah Pink. Tapi, yah, kamu boleh bermain-main dengannya sampai Apak pulang.”

Mendengar itu Abdurrahman segera memeluk Komputer dan membawanya masuk ke dalam rumah, meski dia tahu ayahnya kemungkinan besar nggak akan setuju.

Di dalam rumah, Abdurrahman dan Komputer segera saja terlibat dalam permainan yang seru, maklum sama-sama senang, dan baru berhenti ketika film kartun, acara TV favorit Abdurrahman, dimulai. Dalam sekejap mata, lupalah Abdurrahman akan kehadiran Komputer yang akhirnya jadi sedih karena dicuekin. Maka mulailah Komputer mencari petualangan sendiri dan berlari-lari ke sana ke mari, mengendus-endus ke setiap sudut rumah.

Nonton film kartun memang mengasyikkan dan membuat Abdurrahman lupa segala, sehingga dia sangat terkejut ketika mendengar ayahnya berteriak, ”Ya ampuun!!! Abdurrahman! Cepat ke sini! Singkirkan kotoran ini dari perpustakaan…SEKARANG JUGA!!”

Mendengar teriakan itu Abdurrahman bergegas ke perpustakaan untuk melihat apa yang terjadi. Wah, Apak sudah ada di sana dan begitu melihat Abdurrahman, tangannya langsung menunjuk-nunjuk ke arah meja.

”Kamu tahu apa itu?” tanya ayahnya.

Secara otomatis Abdurrahman mengarahkan pandangannya mengikuti arah telunjuk ayahnya, dan… ya ampun, pantesan saja ayahnya sangat kesal!!

Di situ, persis di tengah-tengah meja, seonggok besar kotoran Gajah bertengger dengan gagahnya!

”Pokoknya Apak nggak mau tahu,” kata Apak tegas. ”Pertama, kamu harus membersihkannya sekarang! Kedua, jauhkan Gajah itu dari rumah ini!”

Abdurrahman tahu benar sifat ayahnya sehingga dia merasa tak ada gunanya membantah. Apalagi untuk merengek minta izin agar diperbolehkan memelihara komputer. Bisa berabe! Maka tanpa banyak bicara, Abdurrahman segera mencari-cari komputer yang pasti ketakutan mendengar teriakan ayahnya tadi. Setelah pencarian yang lumayan melelahkan, Abdurrahman akhirnya menemukan komputer bersembunyi di kolong meja tempat Abdurrahman biasa menulis.

”Ayo, komputer, sekarang saatnya mencari rumah baru untukmu. Hey, jangan menatapku seperti itu, toh bukan aku yang mengotori meja!” ujar Abdurrahman. ”Hhh..kalo begini, alamat nggak akan boleh punya peliharaan Gajah lagi deh!!”

Sambil berkata begitu Abdurrahman membawa komputer ke luar rumah menuju toko Aswaq. Ia tahu, toko tersebut juga menjual hewan peliharaan dan Abdurrahman tahu bahwa pemilik toko tersebut pasti mau merawat Komputer serta memberinya tempat tinggal. Maka setelah melakukan ritual perpisahan dengan Komputer (cipika cipiki etc, etc) serta mengucapkan terimakasih kepada pemilik toko Aswaq, Abdurrahman segera pulang ke rumah dan berusaha melupakan penderitaannya hari itu dengan minum air putih kesukaannya sebanyak-banyaknya.

Namun nasib sialnya belum berakhir, karena tiba-tiba ayahnya mengingatkan dia tentang tugas bersih-bersih yang memang belum dilakukannya. Yah, terpaksa deh, meski masih cape. Daripada Apak “nyanyi” lagi.

Sambil melakukan tugasnya, Abdurrahman tiba-tiba merasa bersyukur karena tugas seperti ini tak akan pernah dilakukannya lagi. Tentu saja, karena tugasnya itu sekarang sudah diambil alih oleh pemilik toko Aswaq.

TAMAT

😀 Bagaimana teman-teman, suka tak sama cerita Abdurrahman? Sayang ceritanya hanya satu, soalnya kalau diulang bisa direkayasa jawabannya sehingga ga lucu lagi. Oya, cerita ini asli lho, maksudnya ga dibikin-bikin, tapi asli hasil dari menjawab pertanyaan yang ada.

Semoga teman-teman terhibur…

Wasalaamu’alaikum…